Beberapa Tips Cara Mendidik Anak Laki Laki yang Benar Dalam Islam

Beberapa Tips Cara Mendidik Anak Laki Laki yang Benar Dalam Islam

Cara Mendidik Anak dari Baju Anak Murah
Cara Mendidik Anak dari Baju Anak Murah

Cara mendidik anak laki laki dan perempuan tentu saja berbeda. Selain para orang tua memang berkewajiban mengarahkan, membimbing dan memperkuat karakter anak sesuai dengan kodratnya, juga karena anak laki-laki dan perempuan memiliki keistimewaan masing-masing, baik dalam segi fisik maupun psikis.

Islam, sebagai agama paling sempurna, tentu saja sangat memerhatikan cara mendidik anak laki laki dan perempuan dari cara berpakaiannya pula dari Baju Anak Murah dengan tujuan sebagai panji-panji agama demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Contoh nyatanya jelas Rasulullah SAW sebagai panutan utama. Bagaimana Beliau dididik dan mendidik adalah kunci utama yang harus juga kita terapkan dalam pendidikan anak.

  • Memilih Calon Istri dan Ibu yang Baik

Sebagaimana hukum sosiologi yang berlaku umum menyatakan bahwa keluarga adalah agen sosialisai utama bagi anak, maka Islam telah jauh lebih dulu menyatakan bahwa keluarga, terutama seorang ibu, adalah sebagai madrasah alias sekolah pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, jika ingin memiliki keturun yang baik, termasuk anak laki-laki yang suatu saat bisa menjadi kebanggan maka dimulai dari siapa ibunya.

Islam selalu menerapkan paham kepantasan. Maka untuk mendapatkan pasangan yang mengerti cara mendidik anak laki laki yang baik, teruslah perbaiki diri agar suatu saat pantas mendapatkannya.

  • Mendoakan dan Memberi Nama yang Baik

Salah satu doa yang dapat kita lakukan adalah dengan memberinya nama yang baik sesuai syariat. Adapun nama-nama yang baik tentu saja datangnya dari Al-Qur’an. Selain itu bisa juga orang tua mengambil nama dari Nabi atau para sahabat yang dekat dengan Allah dengan harapan anak-anak kita kelak akan menjadi orang yang sama dekatnya dengan Allah sebagaimana para Nabi dan sahabat.

  • Rajin Menceritakan Kisah Teladan

Selain dengan memberikan nama yang baik, salah satu cara mendidik anak laki laki yang benar dalam Islam tentu saja dengan membiarkan mereka semakin merasa dekat dengan tokoh-tokohnya sehingga menimbulkan rasa cinta dan mendorongnya untuk memiliki akhlak sebagaimana idolanya yang biasa kita ceritakan.

Oleh karena itu jika para orang tua masih menceritakan Kancil dan Buaya atau kisah super hero fiksi yang berasal dari barat maka mulai sekarang gantilah dongeng sebelum tidur anak kita dengan kisah teladan Nabi dan sahabat-sahabatnya yang memberikan keteladanan.

  • Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Laki-laki adalah khalifah, para pemimpin. Maka sejak dini para orang tua harus senantiasa menanamkan jiwa pemimpin sebagai salah satu cara mendidik anak laki laki kita. Selain dengan tujuan agar anak memahami perannya sebagai seorang laki-laki, anak pun sedari kecil akan tumbuh sikap mandiri dan tegas pada tempatnya.

Salah satu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemandiriannya misalnya, bisa kita mulai dari membuatnya gemar berolah raga sedari kecil. Olah raga yang dilakukan bisa apa saja, terutama ketiga olah raga sunah Rasulullah yakni berkuda, memanah, dan berenang.

Semoga sahabat semua bisa mendidik anaklaki-laki sesuai dengan yang diharapkan. Baik dalam berBusana Muslim Keluarga, akhlak, dan lainnya.

Riwayat Hidup Ulama Ustadz Ja’far Umar Thalib

Riwayat Hidup Ulama Ustadz Ja’far Umar Thalib

Ayahnya Umar Thalib, seorang kiai keturunan Yaman -Madura yang aktif di Al-Irsyad, Malang. Tidak seperti ibu Ja’far, Badriyah Saleh, yang juga keturunan Arab, ayah Jaf’ar mendidik Jaf’ar sejak kecil dengan pola militer. Kebetulan, ayahnya adalah veteran perang 10 November di Surabaya. Sehingga, sejak kecil pria kelahiran Malang, 29 Desember 1961 itu sudah terbiasa dirotani. Beliau adalah anak bungsu dari delapan orang bersaudara “Belajar bahasa Arab dari ayah sama dengan naik ring tinju,” kenang alumni Pesantren Persis Bangil itu. Ustadz Jafar Umar Thalib mempunyai empat orang Istri dan sembilan orang anak.

Sikap kritis Ja’far sudah tumbuh sejak muda. Tokoh dengan tinggi 165 cm mempunyai Pengalaman sampai ke Afgahnistan dan Jihad Maluku saat ini pun sebetulnya merupakan akibat sikapnya yang selalu merasa tidak puas. Ayah sembilan anak dari keempat istrinya ini misalnya, lari dari lingkungan pesantren Al-Irsyad milik ayahnya setelah lulus Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1981 ke Pesantren Persis, Bangil). Merasa kurang puas di Bangil, tahun 1983 Ja’far hijrah ke Jakarta dan masuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Arab (LIPIA). Di jatim deket surabaya, terdapat masjid bawah tanah tuban yang terkenal akan keindahannya.

Selama mahasiswa ia duduk sebagai Ketua DPP Pelajar Al-Irsyad yang menentang Asas Tunggal bersama teman-temannya dari Pelajar Isam Indonesia (PII). Di LIPIA, anak ke tujuh dari delapan bersaudara itu cuma betah tiga tahun. Ia gagal mencapai sarjana syariah karena bertengkar dengan salah satu dosen yang dikritiknya habis-habisan. Kemudian, oleh direktur LIPIA ia disekolahkan ke Maududi Institute di Lahore, Pakistan. Tak sampai setahun, pada 1987, lagi-lagi ia ribut dengan dosennya yang ditantang berdebat tentang hadits. Akhirnya, ia memutuskan untuk ikut berjihad di Afghanistan.

profil ustad jafar

Sekembali dari sana tahun 1989, ia diamanahkan memimpin pesantren Al-Irsyad di Salatiga. Almamaternya itupun dikritiknya habis-habisan hingga ia cuma betah satu setengah tahun. Tahun 1991 ia terbang lagi keliling Timur Tengah untuk berguru kepada sejumlah ulama Salafy. Salah satu ulama yang menjadi guru utama beliau adalah Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wad’i di Dammaz, Yaman Utara.

Sepulangnya dari Timur Tengah pada tahun 1993, beliau mendirikan Pesantren di Yogyakarta yang bernama “IHYA’US SUNNAH” dan beliau sendiri yang menjadi pemimpinnya. Antara tahun 1994-1999 waktunya dihabiskan untuk belajar dan mengajar melalui dakwah Salafiyah yaitu dakwah yang berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman para Sahabat nabi.

Kegiatan beliau di pesantren Ihya’us Sunnah mengajar kitab-kitab para ulama Salaf seperti Al-utsul tsalasah (3 pedoman dasar), Syarah Kitabut Tauhid (penjelasan tentang kitab Tauhid) karya Imam Muhamamd bin Abdul wahab kemudian kitab Al-Aqidah Al-Washitiyah karya Imam Ibnu Taimiyah dll.

Para rekan-rekan mengajarnya adalah Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed yang dulu menjadi muridnya, Al-Ustadz Hamzah, Al-Ustadz Muslim.

Ketika situasi politik dan ekonomi di Indonesia sedang bergejolak di awal tahun 1999 beliau memandang perlu untuk ikut menyelesaikan kemelut bangsa ini. Maka pada tanggal 14 Februari 1999 beliau tampil dalam suatu tabligh akbar yang dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah dengan tujuan memperingatkan kepada Umat Islam tentang bahayanya berpecah belah di kalangan umat Islam karena akan menghadapi Pemilu sekaligus menjelaskan tentang haramnya presiden wanita.

Dan berlanjut dengan tabligh akbar di Yogyakarta pada tanggal 30 Januari 2000 dalam rangka menyikapi kondisi pembantaian Umat Islam di maluku yang sudah berusia 1 tahun tapi tidak ada upaya-upaya penyelesainanya akhirnya Ustadz ja’far mengeluarkan resolusi Jihad dengan deadline 3 bulan.

Ternyata deadline sudah lewat tapi tetap tidak ada kejelasan mengenai konflik Maluku maka pada tanggal 6 April 200 Ustadz Ja’far bersama seluruh muridnya mendeklarasikan akan berangkat ke Ambon dan meresmikan berdirinya Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dan setelah melakukan Tabligh Akbar di stadiun Senyan dilanjutkan dengan latihan perang di Bogor yang dinamakan “Latihan Gabungan Nasional Laskar Jihad”. Dan beberapa bulan kemudian beliau mengutus 29 orang untuk pergi ke Ambon pertama kali. Baca artikel menari lainnya di kumpulan tulisan disini, semoga memberikan manfaat yang baik.